Wednesday, May 27, 2020

Jawaban dari Beberapa Pertanyaan yang sudah masuk



Penelitian kuantitatif selalu mempunyai 2 atau lebih dr 2. Penelitian kualitatif bukan untuk mencari pengaruh atau efek. Maka variable di atas harus diteliti dengan metode kuantitatif. Jadi sebenarnya sebuah penelitian itu menggunakan metode apa bergantung pada tujuan penelitian. Sehingga tidak menutup kemungkinan variable di atas diteliti secara kualitatif tetapi tujuannya harus diubah dulu .

Tujuan penelitian dan rumusan masalah harus sejalan. Jika yang mau dipecahkan dalam penelitian hanya 1 masalah, maka tujuannya penelitian juga 1.


Menjelaskan artinya menguraikan dengan lengkap, berarti sebut namanya, bagaimana prosedur penerapannya, apa karakteristiknya, dan bisa dilengkapi dengan historisnya.
Misalnya: Metode CLL yang dipopulerkan oleh … muncul sejak tahun ….. Metode ini mempunyai 7 langkah dlm penerapannya. Metode CLL yang saya teliti dalam hal ini hanya menerapkan 5 langkah, karena……


Sebaiknya begitu, karena kalian mempunyai keterbatasan waktu dalam mengerjakannya, tapi bisa saja lebih dari 2,3. Tapi kalian harus siap tuk mengerjakannya lebih dari 1 semester.


Memang dlm penelitian kalian tujuannya 1 saja, silahkan pilih mau mengembangkan, menguji, atau membuat teori

artinya dijelaskan. Tentang variable yang kalian teliti. Misalnya aplikasi zoom, kalian jelaskan tentang aplikasi zoom tersebut, terus apanya dr aplikasi itu yang kalian mau teliti.  

 [WU1]Kenapa bukan kualitatif? Apakah hanya  karena variable nya berjumlah 2?
 [Ma2]Mam saya belum terlalu paham pada kalimat ini mam…dikatkan bahwa apabila variabelnya berupa motode pembelajaran maka kita menjelaskan nama dari metode tersebut…nah saya ingin bertanya mam apakah kita tidak menjelaskan terlebih dahulu apa itu metode pembelajaran dan setelah itu menjelaskan apa nama dari metode tersebut? Terimakasih mam

 [Ma3]Apakah dalam sebuah skripsi memang hanya 1saja mam rumusan masalahnya atau bagaimana mam? Mohon penjelasannya….terimakasih mam
 [L4]Dari beberapa tujuan penelitian yang dikatakan, Bagaimana jika peneliti hanya menggunakan dua saja, seperti membuktikan teori dan menguji teori tanpa ada pengembangan teori. Mohon penjelasannya Mam.. Terima kasih Mam
 [TNB5]Saya masih kurang paham dioperasionalkan disini mam.

Bagaimana Membuat Kerangka Teori dalam Sebuah Penelitian Ilmiah


Kajian teori atau tinjauan pustaka adalah istilah yang dipakai dalam menyusun teori-teori yang digunakan dalam sebuah penelitian. Teori tersebut berfungsi menguatkan variable penelitian, bahwa variable yang diteliti mempunyai landasan ilmiah yang kuat dan dapat dibuktikan atau dijelaskan. Dalam bukunya Research Design John Cresswell 2017 hal. 36  menjelaskan terdapat beberapa fungsi dari kajian teori atau tinjauan pustaka, yaitu 1) menginformasikan kepada pembaca hasil-hasil penelitian lain yang berkaitan dengan erat dengan penelitian yang dilakukan, 2) menghubungkan penelitian dengan literature-literatur yang ada, dan 3) mengisi celah-celah dalam penelitian-penelitian sebelumnya.
Pembahasan kajian teori atau tinjauan pustaka dalam sebuah penelitian bersifat deduktif atau induktif. Bersifat deduktif artinya paparan mengenai variable penelitian dimulai dari hal-hal yang bersifat umum ke hal-hal yang bersifat khusus, sedangkan jika bersifat induktif berarti pembahasannya dimulai dari hal-hal yang bersifat khusus ke hal-hal yang bersifat umum.
Contoh untuk penelitian dua atau lebih variabel:
Variabel penelitiannya adalah metode pembelajaran dan motivasi belajar. Berarti terdapat dua variable yang harus dijabarkan, yaitu metode pembelajaran dan motivasi belajar. Oleh karena bersifat deduktif, maka penjabaran metode pembelajaran di mulai dari definisi, karakteristik, strategi penerapan. Untuk motivasi belajar, dapat dijabarkan dari definisi, jenis dan karakteristik, dan indicator motivasi.
Contoh untuk penelitian satu variable
Variable penelitiannya adalah aplikasi Youtube untuk pembelajaran bahasa Inggris. Oleh karena kita ingin membangun opini atau teori bahwa Youtube adalah salah satu aplikasi yang sangat bagus untuk pembelajaran bahasa Inggris, maka penjabaran tinjauan pustakanya menggunakan prinsip berpikir induktif. Misalnya, konten pembelajaran bahasa Inggris di Youtube, Penerapannya dalam proses pembelajaran, Keunggulannya, kelemahannya, dan definisi aplikasi Youtube.

Sumber referensi yang dapat dijadikan acuan untuk menyusun kajian teori atau tinjauan pustaka terbagi atas dua, yaitu sumber utama berupa artikel hasil penelitian yang telah dipublikasikan dan buku. Sumber tambahan atau pendukung berupa majalah, Koran, iklan, chat di medsos, gambar, video, rekaman suara.
Untuk penelitian kuantitatif pada kajian pustaka, hipotesis penelitian juga harus dituliskan. Oleh karena itu, outline kajian teori atau tinjauan pustaka dapat dituliskan seperti contoh:
A.    Definisi/ Hakikat Metode Pembelajaran Bahasa Inggris
B.     Karakteristik
C.     Strategi Penerapan
D.    Hakikat Motivasi
E.     Jenis-jenis motivasi
F.      Karakteristik Motivasi
G.    Indikator penilaian motivasi
H.    Hipotesis Penelitian
Catatan
·         Definisi yang dimaksud di sini adalah penjelasan tentang hakikat variable yang diteliti. Hakikat artinya sesuatu yang inti, lengkap, dan tuntas.
·         Penulisan kajian pustaka harus bebas dari copy paste alias plagiat
·         Penulisan Kajian pustaka atau Tinjauan Pustaka akan dipaparkan pada bagian
Tugas
1.      Buatlah struktur penulisan chapter 2 dari draft kalian masing-masing!  Ingat kontennya bergantung pada variable penelitian masing-masing.       


Friday, May 15, 2020

Bagaimana memulai sebuah penelitian untuk karya ilmiah seperti skripsi?


Langkah awal dalam melakukan penelitian adalah menemukan permasalahan yang akan dijadikan variable dalam penelitian. Langkah untuk menemukan masalah dilakukan dengan cara:
1.      Melihat, mendengar, atau merasakan adanya kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan apa yang apa yang terjadi. Misalnya dalam bidang pengajaran bahasa Inggris. Harapannya adalah semua siswa yang belajar bahasa Inggris harus mampu menguasai 4 keterampilan berbahasa, yaitu berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis. Namun kenyataannya yang dijumpai, yang dirasakan, atau bahkan dialami, masih 90 % siswa yang belajar bahasa Inggris tidak menguasai keterampilan bahasa tersebut.
Oleh karena itu kita membuat penelitian untuk memecahkan kesenjangan tersebut. Misalnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sederhana namun masuk akal alias rasional,
·         apakah metode yang tepat untuk menguasai keterampilan berbicara dalam bahasa Inggris?
·         Apakah media yang cocok digunakan untuk mengajarkan kosa kata kepada siswa pemula?
·         Apakah metode ini bisa meningkatkan minat belajar siswa?
·         Bagaimanakah cara belajar siswa yang berhasil menguasai keterampilan berbicara bahasa Inggris?
·         Apakah ketersediaan sarana dan prasarana seperti buku paket mempengaruhi hasil belajar bahasa Inggris siswa?
·         Apakah menggunakan aplikasi digital mempengaruhi hasil belajar siswa?
Dan masih banyak lagi pertanyaan2 lain yang dapat diajukan, sesuai dengan pengalaman dan fenomena yang ditemukan di lapangan. 
2.      Adanya keinginan untuk mengetahui proses terjadinya sesuatu. Sebagaimana poin 1, di sinipun kalian bisa membuat pertanyaan2 seperti:
·         Bagaimana cara guru mengajar bahasa Inggris sampai semua siswanya mampu memperoleh hasil belajar yang memuaskan?
·         Bagaimana proses penggunaan media dalam pembelajaran kosa kata?
·         Bagaimana penggunaan media A dapat meningkatkan minat belajar siswa?
3.      Adanya keinginan untuk membuat sesuatu yang baru
4.      Adanya keinginan untuk merekomendasikan ide berdasarkan hasil penelitian.
Catatan:
Masalah penelitian haruslah memenuhi syarat-syarat sebuah karya ilmiah, yaitu: rasional, empiric, dan sistematis. Rasional berarti masuk akal dan dapat diterima kebenarannya secara ilmiah, empiric dapat dialami dan diteliti kembali oleh orang lain, sistematis artinya harus melalui langkah-langkah penelitian, seperti merumuskan masalah, menentukan tujuan, menentukan sample penelitian, memilih alat pengumpulan data, membuat analisis data, dan menulis hasil penelitian. 
Setelah masalah ditetapkan, langkah selanjutnya adalah menentukan variable yang akan diteliti. Variabel adalah satuan yang memiliki kuantitas atau kualitas yang dapat diukur. Misalnya, jenis, bentuk, sifat, keadaan dari seseorang, benda, atau bahkan ide. Contohnya, jika kalian menetapkan masalah penelitian pada metode community language learning dan dampaknya pada hasil belajar siswa, maka variable penelitiannya dipastikan ada dua, yaitu metode community language learning dan hasil belajar siswa. Bagaimana cara menentukan variable penelitian? Yaitu dengan mengidentifikasi kuantitas atau kualitas dari masalah yang sudah ditetapkan. Misalnya metode community language learning (kuantitasnya adalah sebuah jenis metode, jika dia jenis metode pasti mempunyai prosedur penerapan (strategi), strategi inilah yang akan menjadi indicator pada saat pengumpulan data. Hasil belajar siswa adalah variable yang kedua, dia berupa sifat atau keadaan Jika ditanyakan bagaimana hasil belajar siswa, jawabannya baik atau tidak baik. Baik dan tidak baik mempunyai indicator berupa angka, misalnya baik standar nilainya adalah 70-100. Angka-angka inilah yang diukur pada saat pengumpulan data.
Oleh karena itu variable penelitian harus didefinisikan sesuai dengan apa yang akan diteliti. Misalnya variable berupa metode pembelajaran, ketika dioperasionalkan, maka dijelaskan apa nama metode pembelajaran yang akan diteliti, pada mata pelajaran apa, dan bagian mana dari metode pembelajaran tersebut yang akan diteliti. Demikian pula dengan variable hasil belajar, dijelaskan hasil belajar siswa pada matapelajaran apa, hasil belajar yang mana, apakah hasil belajar tengah semester, akhir semester, nilai tugas, atau nilai harian, atau nilai yang diperoleh siswa pada saat tes diberikan.
Contoh definisi operasional variable:
Metode community language learning adalah metode pembelajaran bahasa yang menitikberatkan pada pembelajaran berkelompok. Metode ini mempunyai 5 langkah dalam penerapannya. Penelitian ini akan mengukur efektifitas penerapan langkah metode CLL untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Hasil belajar siswa adalah perolehan nilai siswa setelah mengikuti ujian akhir semester yang tertulis dalam buku laporan pendidikan siswa.
Membuat rumusan masalah merupakan langkah selanjutnya yang dilakukan oleh peneliti. Rumusan masalah diturunkan dari pertanyaan-pertanyaan pada saat berusaha mencari masalah. Misalnya pertanyaan yang diajukan adalah Apakah metode ini bisa /efektif meningkatkan minat belajar siswa atau hasil belajar siswa?  Berdasarkan variable penelitian, metode yang dipilih adalah Community Language Learning, maka rumusan masalahnya adalah Apakah metode Community Language Learning effectif terhadap peningkatan  minat belajar siswa?
Dari rumusan maslah tersebut sudah kelihatan bahwa peneliti mempunyai 2 variabel yaitu metode CLL dan minat belajar siswa. Peneliti ingin membuktikan efektifitas metode CLL dalam meningkatkan minat belajar siswa. Jenis metode yang akan digunakan adalah metode kuantitatif, karena ada 2 variabel yaitu X= metode CLL, dan Y= minat belajar yang akan diukur secara bersamaan dengan mengukur efektifitasnya. 
Rumusan masalah adalah pertanyaan penelitian yang akan dijawab pada saat melakukan pengumpulan data, karena itu seluruh kegiatan penelitian harus mengaju pada rumusan masalah. Mulai dari jenis metode yang digunakan, sample, teknik pengumpulan data dan analisis data.  
Untuk keperluan skripsi, rumusan masalah pada umumnya hanya dibuat 1, mengapa? Karena keterbatasan waktu dan biaya. Semakin banyak rumusan masalah yang dibuat waktu dan dana penelitian akan semakin banyak pula.   
Langkah selanjutnya yang harus dilakukan setelah menetapkan variable penelitian dan mendefinisikannya adalah menentukan tujuan penelitian. Tujuan penelitian menjelaskan maksud dilakukannya penelitian. Terdapat beberapa tujuan penelitian, misalnya membuktikan teori, menguji teori, membuat teori atau mengembangkan teori. Pada prakteknya tujuan penelitian dioperasionalkan dalam kalimat mengetahui hubungan, mendeskripsikan, memperoleh efektifitas, dan sebagainya. Tujuan penelitian harus sesuai dengan rumusan masalah. Jika rumusan masalahnya ada 2 poin pertanyaan, maka tujuannya juga 2 poin. Jika rumusan masalah dibuat dalam bentuk kalimat Tanya, maka tujuan  penelitian dibuat dalam bentuk kalimat pernyataan.
Contoh tujuan penelitian jika rumusan masalah yang diajukan: Apakah metode Community Language Learning efektif meningkatkan minat belajar siswa? Mengetahui efektifitas metode community language learning terhadap peningkatan minat belajar siswa.
Dari tujuan penelitian tersebut judul penelitian dapat ditentukan. Yaitu Efektifitas metode community language learning terhadap peningkatan minat belajar siswa.
Langkah-langkah membuat draft penelitian di atas dapat dibuat struktur penulisannya sebagai berikut:
Chapter 1 Introduction
A.    Background
B.     Research Problem
C.     Aim of Research
D.    Variable Operational Definition
   
Tugas:
1.      Baca dan pahamilah paparan di atas dan buatlah review dengan mengomentari kalimat-kalimat yang belum jelas bagi kalian! Caranya adalah buka file, taruh kursor pada kata atau kalimat yang ingin dikomentari, kemudian blok kata atau kalimat tersebut, buka Review pada kolom dialog (taskbar), pilih new comment.
2.      Buatlah struktur penulisan chapter 1 dari draft kalian masing-masing!  Jangan lupa menuliskan judul dari draft kalian.

Jawaban dari Beberapa Pertanyaan yang sudah masuk

karena ada 2 variabel yaitu X= metode CLL, dan Y= minat belajar yang akan diukur secara bersamaan dengan mengukur efektifitasnya.  [WU1]  ...