Langkah
awal dalam melakukan penelitian adalah menemukan permasalahan yang akan
dijadikan variable dalam penelitian. Langkah untuk menemukan masalah dilakukan
dengan cara:
1. Melihat,
mendengar, atau merasakan adanya kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan
apa yang apa yang terjadi. Misalnya dalam bidang pengajaran bahasa Inggris.
Harapannya adalah semua siswa yang belajar bahasa Inggris harus mampu menguasai
4 keterampilan berbahasa, yaitu berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis.
Namun kenyataannya yang dijumpai, yang dirasakan, atau bahkan dialami, masih 90
% siswa yang belajar bahasa Inggris tidak menguasai keterampilan bahasa
tersebut.
Oleh
karena itu kita membuat penelitian untuk memecahkan kesenjangan tersebut.
Misalnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sederhana namun masuk akal
alias rasional,
·
apakah metode yang tepat untuk menguasai
keterampilan berbicara dalam bahasa Inggris?
·
Apakah media yang cocok digunakan untuk
mengajarkan kosa kata kepada siswa pemula?
·
Apakah metode ini bisa meningkatkan
minat belajar siswa?
·
Bagaimanakah cara belajar siswa yang
berhasil menguasai keterampilan berbicara bahasa Inggris?
·
Apakah ketersediaan sarana dan prasarana
seperti buku paket mempengaruhi hasil belajar bahasa Inggris siswa?
·
Apakah menggunakan aplikasi digital
mempengaruhi hasil belajar siswa?
Dan masih banyak lagi
pertanyaan2 lain yang dapat diajukan, sesuai dengan pengalaman dan fenomena
yang ditemukan di lapangan.
2. Adanya
keinginan untuk mengetahui proses terjadinya sesuatu. Sebagaimana poin 1, di
sinipun kalian bisa membuat pertanyaan2 seperti:
·
Bagaimana cara guru mengajar bahasa
Inggris sampai semua siswanya mampu memperoleh hasil belajar yang memuaskan?
·
Bagaimana proses penggunaan media dalam
pembelajaran kosa kata?
·
Bagaimana penggunaan media A dapat
meningkatkan minat belajar siswa?
3. Adanya
keinginan untuk membuat sesuatu yang baru
4. Adanya
keinginan untuk merekomendasikan ide berdasarkan hasil penelitian.
Catatan:
Masalah
penelitian haruslah memenuhi syarat-syarat sebuah karya ilmiah, yaitu:
rasional, empiric, dan sistematis. Rasional berarti masuk akal dan dapat
diterima kebenarannya secara ilmiah, empiric dapat dialami dan diteliti kembali
oleh orang lain, sistematis artinya harus melalui langkah-langkah penelitian,
seperti merumuskan masalah, menentukan tujuan, menentukan sample penelitian,
memilih alat pengumpulan data, membuat analisis data, dan menulis hasil
penelitian.
Setelah
masalah ditetapkan, langkah selanjutnya adalah menentukan variable yang akan
diteliti. Variabel adalah satuan yang memiliki kuantitas atau kualitas yang
dapat diukur. Misalnya, jenis, bentuk, sifat, keadaan dari seseorang, benda,
atau bahkan ide. Contohnya, jika kalian menetapkan masalah penelitian pada
metode community language learning dan dampaknya pada hasil belajar siswa, maka
variable penelitiannya dipastikan ada dua, yaitu metode community language
learning dan hasil belajar siswa. Bagaimana cara menentukan variable
penelitian? Yaitu dengan mengidentifikasi kuantitas atau kualitas dari masalah
yang sudah ditetapkan. Misalnya metode community language learning
(kuantitasnya adalah sebuah jenis metode, jika dia jenis metode pasti mempunyai
prosedur penerapan (strategi), strategi inilah yang akan menjadi indicator pada
saat pengumpulan data. Hasil belajar siswa adalah variable yang kedua, dia
berupa sifat atau keadaan Jika ditanyakan bagaimana hasil belajar siswa,
jawabannya baik atau tidak baik. Baik dan tidak baik mempunyai indicator berupa
angka, misalnya baik standar nilainya adalah 70-100. Angka-angka inilah yang
diukur pada saat pengumpulan data.
Oleh
karena itu variable penelitian harus didefinisikan sesuai dengan apa yang akan
diteliti. Misalnya variable berupa metode pembelajaran, ketika
dioperasionalkan, maka dijelaskan apa nama metode pembelajaran yang akan
diteliti, pada mata pelajaran apa, dan bagian mana dari metode pembelajaran
tersebut yang akan diteliti. Demikian pula dengan variable hasil belajar,
dijelaskan hasil belajar siswa pada matapelajaran apa, hasil belajar yang mana,
apakah hasil belajar tengah semester, akhir semester, nilai tugas, atau nilai
harian, atau nilai yang diperoleh siswa pada saat tes diberikan.
Contoh definisi
operasional variable:
Metode
community language learning adalah metode pembelajaran bahasa yang
menitikberatkan pada pembelajaran berkelompok. Metode ini mempunyai 5 langkah
dalam penerapannya. Penelitian ini akan mengukur efektifitas penerapan langkah
metode CLL untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Hasil
belajar siswa adalah perolehan nilai siswa setelah mengikuti ujian akhir
semester yang tertulis dalam buku laporan pendidikan siswa.
Membuat
rumusan masalah merupakan langkah selanjutnya yang dilakukan oleh peneliti.
Rumusan masalah diturunkan dari pertanyaan-pertanyaan pada saat berusaha
mencari masalah. Misalnya pertanyaan yang diajukan adalah Apakah metode ini bisa /efektif meningkatkan minat belajar siswa atau
hasil belajar siswa? Berdasarkan
variable penelitian, metode yang dipilih adalah Community Language Learning,
maka rumusan masalahnya adalah Apakah
metode Community Language Learning effectif terhadap peningkatan minat belajar siswa?
Dari
rumusan maslah tersebut sudah kelihatan bahwa peneliti mempunyai 2 variabel
yaitu metode CLL dan minat belajar siswa. Peneliti ingin membuktikan
efektifitas metode CLL dalam meningkatkan minat belajar siswa. Jenis metode
yang akan digunakan adalah metode kuantitatif, karena ada 2 variabel yaitu X=
metode CLL, dan Y= minat belajar yang akan diukur secara bersamaan dengan
mengukur efektifitasnya.
Rumusan
masalah adalah pertanyaan penelitian yang akan dijawab pada saat melakukan
pengumpulan data, karena itu seluruh kegiatan penelitian harus mengaju pada
rumusan masalah. Mulai dari jenis metode yang digunakan, sample, teknik
pengumpulan data dan analisis data.
Untuk
keperluan skripsi, rumusan masalah pada umumnya hanya dibuat 1, mengapa? Karena
keterbatasan waktu dan biaya. Semakin banyak rumusan masalah yang dibuat waktu
dan dana penelitian akan semakin banyak pula.
Langkah
selanjutnya yang harus dilakukan setelah menetapkan variable penelitian dan
mendefinisikannya adalah menentukan tujuan penelitian. Tujuan penelitian
menjelaskan maksud dilakukannya penelitian. Terdapat beberapa tujuan
penelitian, misalnya membuktikan teori, menguji teori, membuat teori atau
mengembangkan teori. Pada prakteknya tujuan penelitian dioperasionalkan dalam
kalimat mengetahui hubungan, mendeskripsikan, memperoleh efektifitas, dan
sebagainya. Tujuan penelitian harus sesuai dengan rumusan masalah. Jika rumusan
masalahnya ada 2 poin pertanyaan, maka tujuannya juga 2 poin. Jika rumusan
masalah dibuat dalam bentuk kalimat Tanya, maka tujuan penelitian dibuat dalam bentuk kalimat
pernyataan.
Contoh
tujuan penelitian jika rumusan masalah yang diajukan: Apakah metode Community Language Learning efektif meningkatkan minat
belajar siswa? Mengetahui
efektifitas metode community language learning terhadap peningkatan minat
belajar siswa.
Dari
tujuan penelitian tersebut judul penelitian dapat ditentukan. Yaitu Efektifitas metode community language
learning terhadap peningkatan minat belajar siswa.
Langkah-langkah
membuat draft penelitian di atas dapat dibuat struktur penulisannya sebagai
berikut:
Chapter
1 Introduction
A. Background
B. Research
Problem
C. Aim
of Research
D. Variable
Operational Definition
Tugas:
1. Baca
dan pahamilah paparan di atas dan buatlah review dengan mengomentari
kalimat-kalimat yang belum jelas bagi kalian! Caranya adalah buka file, taruh
kursor pada kata atau kalimat yang ingin dikomentari, kemudian blok kata atau
kalimat tersebut, buka Review pada kolom dialog (taskbar), pilih new comment.
2. Buatlah
struktur penulisan chapter 1 dari draft kalian masing-masing! Jangan lupa menuliskan judul dari draft
kalian.
Siapp maam🙏
ReplyDeleteYes mem,thank you 🙏🙏
ReplyDeleteSiap Mam, thank you 🙏
ReplyDeleteSiap Mam, thank you 🙏
ReplyDeleteThank you ma'am
ReplyDelete